Monday, September 23, 2013

3-13 Melbourne | arrival walk

Day 1, Senin 23 Sep 2013

Seperti biasa ngubek ngubek pengenalan situasi sekitar hotel sekalian mencari makan malam dan adapter.

Tadinya rada sedikit shock liat Melbourne sepi bener jam 7 malem itu cuman ada McD yang buka 24 jam dan beberapa outlet sevel, baru nyadar keesokan harinya kalau kita heading ke jalan yang salah hahaha…  karena pas kita jalan ke rute sebaliknya baru deh ketahuan pusat kerameannya dimana hehehe….

Kita akhirnya belanja air dan teh di Sevel (nyari colokan tiga nggak ada dan semua toko udah tutup), terus ganjel perut di McD, makan berdua 17.85$ (luar biasa ya makan segitu di McD Jakarta bisa traktir orang se-RT, hehehe ….  hiperbol) cuman cover ayam,  kentang alias chips, salad dan coca cola.

Funny Facts
CHIPS:  nggak mudeng sama host-nya Abang kenapa anak kami hanya diberi chips untuk makan malam, ya ampuuun tega kupikir nih orang bule, mosok anak gw cuman dikasi keripik ? ternyata Chips teh artinya kentang goreng alias French fries saudara-saudara… hahahaha.... Check postingan ini deh...
Selesai isi perut, krisis belum selesai… secara para gadget sudah kering batere-nya …. Pas balik ke hotel, dengan desperado mendekati resepsionis desk, …. Alhamdulillah… dipinjemin sama hotel deh tuh adaptor yang ternyata beda dari kita punya disini (which we found out later harganya 15$ neeekkkk….), iya sih kaki 3, tapi pokoknya beda deh, pantesan si Abang waktu itu bilang yang dia bawa nggak compatible (cek posting ini deh)
Tips
Daripada salah bawa adaptor, mending cari di local store aja, later kita found out kok harganya ada yang “cuman” 4$, atau kalau mau hemat betul, mending approach front desk siapa tahu mau minjemin hihihihi… 

Ini foto colokan tiga yang dipinjemin sama hotel....



ini contoh lain....

(bersambung)
---------------------------------------------
Previous Posting

1-13 | Jakarta - Singapore - Sydney - Melbourne
2-13 | Melbourne | Causeway Inn On The Mall & surroundings

Now
3-13 | Melbourne | arrival walk

Next Posting:
4-13 | Melbourne | Yara River - CBD Walk - Choco - IKEA 
5-13 | Melbourne | Teselaar Festival - St Kilda’s Beach
6-13 | Melbourne | Queen Victoria Market - DFO Essendon
7-13 | Melbourne | Melbourne University - Journey to Sydney
8-13 | Sydney | Meriton Service Apartment & Surroundings
9-13 | Sydney | Hyde Park - Macquairie’s Points - Wooloomoloo Bay, 
10-13 | Sydney | The Rock - Paddy’s - Darling Habour
11-13 | Sydney | Royal Botanic Garden - Sydney Opera House - Blue Mountain
12-13 | Sydney | Bondi Beach - DFO Drummyone - Imax Theatre
13-13 | Sydney – Singapore – Jakarta

2-13 Melbourne | Causeway Inn On The Mall

Dollar Dilematis

Boleh dikata, keberangkatan kami ke Aussie, kurang unfortunate apabila melihat daya tingkat dollar yang meroket gara-gara Amerika sibuk mengancam berperang dengan Syria (cekidot), gonjang-ganjing nilai tukar dollar bikin ketar-ketir… bayangin aja, biasanya tuh dollar Ausie nggak akan lewat dari angka 9.000-an… ndilalah kok nembus di angka 10rb… bahkan 11rb…. Even pada saat note ini ditulis, angkanya belum juga balik ke tempat yang seharusnya…..

Meroketnya dollar berasa banget nge –hit-nya manakala  kurs untuk room dengan free cancellation dan no refund rate sama-sama naik sampai dengan Rp 1 juta rupiah, sehingga kalau nggak mau berasa big loss harus nge-deal dengan no refund room, padahal tadinya mau saving … nggak jadi deeehhhhh…. haduuuhhhh… tutup mata deh pokoknya… the show must go on…

Location
Akomodasi yang kita pilih di Melbourne adalah Causeway Inn On The Mall. Jangan tertipu dengan perkataan “On The Mall” ya, semula kita berpikir hotel ini literally on the mall alias dalam suatu building yang terdiri dari toko-toko, ternyata hotel ini ada pada gedung yang berdiri sendiri, nyempil diantara toko-toko… hemmm.. bingung ya bedainya? Hahaha…
Kalau cek di wiki, ini term yang lebih pas (lihat yang di bold ya):
A shopping mall, shopping center/centre, shopping arcade, shopping precinct, or simply mall is one or more buildings forming a complex of shops representing merchandisers, with interconnecting walkways enabling visitors to walk from unit to unit, along with a parking area – a modern, indoor version of the traditional marketplaces.

Causeway Inn On The Mall  terletak di CBD-nya Melbourne, menginap di tempat ini sangat menguntungkan dari segi transportasi dan perut ;-)


    Map is taken from the website of Visitor Information of Melbourne.
Lane and Arcade

Hotel ini ada di Causeway Lane (semacam gang) yang akses-nya diapit 2 jalan besar yaitu Bourke Street dan Little Collins Street, jalan Bourke street sendiri diapit 2 jalan yang accessible by tram
yaitu Swanston Street dan Elizabeth Street.  

Causeway lane sejajar dengan beberapa lane dan arcade yang jadi objek wisata Melbourne, misalnya aja yang sempet kita kunjungi Royal Arcade dan Union Lane yang ada mural arts-nya.


Shops and Malls

Pada Bourke Street, di ujung Causeway lane, ada beberapa mall dan brand shops terkemuka yang menempati bangunan-bangunan lama yang dipermak menjadi cantik.....

Dimulai dari GPO Mall (bekas Kantor Post yang di-remodel)... Yang aseli keren banget, isinya designers local Aussie





Di depannya ada dompet alias wallet segede gabug hehehe...




Disambung Myer, David Jones (for Men), dan Zara di satu sisi...


berhadapan dengan jewelry shops, pakaian local brand (forever new), David Jones (for women), The Body Shop .....


Nggak bosan-bosannya memandang… 

Pada siang hari, jalan ini ramai dengan lalu lalang tram dan pedestrian (bayangkan Orchard di Singapore atau Bukit Bintang di KL),  ketambahan lagi dari siang ke sore, selalu ada pengamen yang memainkan music-music cantik rhyming dengan keindahan area itu … beneran cantikkkk dan romantissss…. 

Foto

Keriuhan ini berangsur-angsur berakhir di jam 5 sore dan menyepi…. Kecuali trem yang masih lalu lalang.

Tapiiiiii.. Ternyataaaa....di Swanston Street yang memotong bourke street, kehidupan tidak pernah sepi, di sepanjang jalan bisa ditemukan makanan apapun almost open 24 hours, apalagi kalau menyusuri jalan itu sampai dengan Melbourne City Centre…. Riuh !

OK, bagaimana dengan hotelnya? Dengan semua kesempurnaan di atas, maka Causeway Inn On The Mall  sudah cukup untuk mengistirahatkan badan yang penat setelah seharian explore the city. Kamarnya kecil (seperti tipical kamar di HK atau Spore yang berbudget rendah), seperti yang digambarkan oleh www.booking.com 

features a small refrigerator, an LCD TV with cable channels and an in-room safe. It includes a private bathroom with a shower. This room has no capacity for additional guests.




Jadi ya emang kecil, sempit, luckily ada air hangat, coffee/tea maker dan sudah termasuk breakfast yang lumayan bisa ganjel perut meskipun dari ke hari tidak berubah menunya … hihihihi…. Dan sepertinya baru direnovasi karena kamarnya pastinya sih udah jadul, tertolong dengan lukisan kotemporer yang berwarna mencolok dan bed sheet yang selalu bersih.   


Oya, hotel ini juga nyediain minuman gratis satu botol per hari, plus kalau beruntung dipinjemin adaptor (check out my other postings).

Breakfast is included in the room rate.




Wi-Fi is available in the hotel rooms and costs AUD 8 per hour

Untuk Wifi kita nggak masalah, karena opsi beli kartu local is really helpful, kita jadi nggak putus komunikasi dengan si kecil di rumah, karena bisa pakai aplikasi Line dan Viber, email juga gak mati, jadi control kerjaan tetap jalan… mantab punya deh, (gw kok udah kayak ngiklan gini ya…. hahaha) biaya komunikasi udah solve, yang belum Cuma biaya akomodasi dan makan yang menggila disini ….



(bersambung)
-----------------------------------------------------
Previous Posting:
1-13 | Jakarta - Singapore - Sydney - Melbourne

Now:
2-13 | Melbourne | Causeway Inn On The Mall & surroundings

Next Posting:
3-13 | Melbourne | arrival walk
4-13 | Melbourne | Yara River - CBD Walk - Choco - IKEA 
5-13 | Melbourne | Teselaar Festival - St Kilda’s Beach
6-13 | Melbourne | Queen Victoria Market - DFO Essendon
7-13 | Melbourne | Melbourne University - Journey to Sydney
8-13 | Sydney | Meriton Service Apartment & Surroundings
9-13 | Sydney | Hyde Park - Macquairie’s Points - Wooloomoloo Bay, 
10-13 | Sydney | The Rock - Paddy’s - Darling Habour
11-13 | Sydney | Royal Botanic Garden - Sydney Opera House - Blue Mountain
12-13 | Sydney | Bondi Beach - DFO Drummyone - Imax Theatre
13-13 | Sydney – Singapore – Jakarta

Sunday, September 22, 2013

1-13 | Jakarta - Singapore - Sydney - Melbourne

It was Abang who actually inspire us to determine our destination of 2013 travel is Oz.

So when there's an exhibition of tourism around feb 2013, We decide to purchase the promotion ticket from singapore air, at that time, Aa is in Kalimantan, so we decide the time to travel in end sept and to sync the dates with our travel "mate", ibu Notaris Dewi 😉 as she at that time has purchased another flight ...*dewi is actually betawian, she has big sis living in Melb married with betawian as well, having  2 kids and they are Permanent residents ! It's such a wonder for us... That there really is betawian family who merantau and mengadu nasib in abroad... Bener-bener bukan origin culture... 

Anyway tibalah waktunya kita berkelana... Diantar rombongan krucils kecuali Farrih plus aki dan ibu... Mengingat gate-nya jauh ke lounge yang kita mauin... Mari menikmati compliment program dari ANZ dengan kongkow di Starbuck untuk dapet free minum dan snack to dine in... Alhamdulillah....




SIA Service Jakarta-Singapore-Sydney

Secara pesawat yang kami tumpangi itu return Singapore Airline, mau tak mau kami akan selalu transit di Singapore baik pulang maupun pergi.

Udah lama banget nggak naik pesawat bagus karena selalu naik budget airline :D (kalau si Papa masih sering naik maskapai nasional karena pekerjaannya,sementara saia terakhir naik pesawat bagus mungkin sekitar 3 tahun lalu pas umroh, selebihnya naik budget airline mulu hahaha….) jadinya rada delightful-shock. Manalagi service SIA untuk rute Jakarta-SG sangat amat Melayu, kita dilayanin abis, belum lagi menu yang di-serve rasa-nya enak-enak….  Pas pindah rute dari SG-Sydney berasa lain banget dech, pesawatnya agak  lamaan, pramugara/i-nya sudah terbilang matang dari segi usia dan service karenanya agak (ehem !) Sok tahu… but it’s OK lah…I don’t mind….mungkin standard hospitality International seperti ini? Makanan sih no complain at all, meski ada yang mengandung pork, opsi yang lain masih tersedia.

Fact Sheet:
Flight Jakarta-Singapore using SG 967 
Travel Time 20.25-23.00
Served Menu...lupa tapi kalo gak salah dikasi choice antara fish dan chicken gitu deh.
Transit 1 jam 45 menit
Luckily selama perjalanan, seat kita yang memang untuk bertiga selalu kosong satu, jadi lumayan privacy dan spacey hehehe....

Transfer @ Changi
Traffic di Soe-ta pagi itu loaded, meski flight kita nggak telat tapi lumayan tight juga, sampe di Changi, land crew dari flight rute Amsterdam, Spain atau daerah Europe lainnya udah pada nongkrong di depan gate, nyusulin passenger-nya yang mungkin udah pada telat. Kebetulan waktu transfer kita agak lumayan spacious yaitu 1 jam 45 menit, udah gitu gate-nya ada di terminal yang sama. Keluar gate masih bisa ke transfer lounge, check flight yang ke Sydney ada di gate mana…dan langsung masuk ke gate, aman !

Fact Sheet:
Transit 1 jam 45 menit
Flight Singapore-Sydney using SG 231
Travel Time 00.45-10.25
Served Menu :
Beverage, choice of alcohol and non alcohol drinks (wine aja ada kok).
Refreshment, pilihan antara warm roasted chicken mayo with olive Panini sandwich atau foccacia bread with tuna salad – snack bar (kit kat) – Coffee or tea
Breakkie, fruit appetizer light stater fruit yogurt, wholesome beginning choice between a fork menu with scrambled egg with chicken sausage, roasted tomato and mushrooms, 1 bread and butter also a muffin – Coffee or tea



Lesson number one: Spare Plenty of Time to Transfer
kalau punya pesawat yang pakai transfer dulu, mesti punya waktu transfer cukup. Minimal 1,5-2 jam untuk flight company yang sama, boleh lebih kalau memang ada rencana beli duty free 😄
Transfer @ Sydney Kingsford Airport
setibanya di terminal Internasional, kita masuk ke immigration gate as usual, this was a tense part, since Australis is known for its strict rule on goods entering the country, more over pramugara SIA sempet warns soal makanan kita yang agak spare dan bilang kalau foods are not allowed to enter Oz… really ??? Kita sih ya khusnuzon aja lah.... Kalau emang disuruh buang ya buang aja... Gitu aja kok rewpot.
Lesson Number Two: Declare if you are unsure
Ada cerita sedikit tentang passing imigrasi desk, kami memang sengaja mendeclare apa  yang kita bawa, karena stick pada keterangan pada immigration card yang menyebutkan “if you are unsure just thick yes”, menurut saya itu malah jadi pengaman. 
Yup, memang benar imigrasi di Aussie ketat, dan banyak warning yang kira-kira bilang kalau Hal yang berhubungan dengan imigrasi is not a joke, tapi kalau kita memang tidak membawa  sesuatu yang dangerous kita bisa diloloskan kok.
Dalam immigration card, ada daftar items yang digolongkan dalam 2 kelompok dipisahkan dengan garis, yang di atas garis adalah barang-barang yang spooky macam gun, drugs,  etc… sementara yang dibawah adalah jenis-jenis makanan yang bukannya nggak boleh dibawa tapi boleh masuk dalam jumlah terbatas dan bukan raw material atau contoh produk dagang.
                
Opa-opa petugas imigrasi menanyakan pada saya apa yang saya declare. 
Saya bilang salad dressing and fried potato (hayooo emang bahasa Inggris-nya bumbu pecel sama bencok apaan ? hahaha)… 
terus dia Tanya, and what is that made of? 
And I said, it is from peanut… 
opa itu senyum, terus dia Tanya, do you bring anything from the flight?   
I said yes, and what is that? Oo… it’s muffin,… 
opa senyum lagi and dia baca tuh semua list yang di immigration card yang tentu aja nggak kita declare (emang nggak bawa lahhh), saya jawab no-lah… done! 
Beres, we are free to go, gak sampe 2 menit tapi hati sudah tenang… hehehe…
Lepas dari imigrasi, kita claim our baggage, duduk-duduk dulu memahami situasi, beli kartu SIM lokal, makan muffin dari pesawat, teus tukar uang di money changer satu bank asing yang  kebetulan ada di Jakarta juga (sambil nanya-nanya naek apaan dari situ).
Lesson Number Three Buy Local SIM CARD
Mau biaya komunikasi yang murah, recommended untuk beli kartu lokal, dengan 29$ kita udah dapet kartu dengan masa berlaku untuk satu bulan, udah dapet unlimited sms dan talktime sesama pengguna, dan akses data termasuk sosmed (twitter, facebook, atau Path) sampai dengan 1GB, secara saya adalah sosmed-freak, cocok banget kartunya hahaha… asal nggak kirim-kirim media dalam jumlah gede atau dijadiin modem, karena kalau iya, wasalam aja (it happened to us, actually). Biaya ini jauh lebih murah kalau kita pakai kartu lokal yang paling tidak men-charge 100 ribu per hari untuk data only, belum SMS dan talktime-nya...


Lesson Number Four Exchange in Bank counter
Kebetulan karena dolar ups and downs saat kita pergi, maka kita emang bawa sebagian american dollar untuk ditukar on spot. Ternyata Fee-nya di bank kisarannya 8% compare to money changer yang nanti beli di city fee-nya sekitar 15% lebih mahal jauh.
Hasil dari Tanya-tanya petugas Money changer, kami tentu harus pindah dari terminal internasional menuju Domestic, rute yang kami pilih memang tidak meng-explore dulu Sydney tapi  langsung terbang ke Melbourne, baru balik lagi ke Sydney (rempong demi ticket murah)….
Kenapa mesti pake pesawat dari Sydney ke Melbourne?

Udah sempet survey, naik bis dari syd-Melb biayanya ada yang 130-160$ (Return per adult) untuk armada semacam firefly atau 210-250$  (Return per adult) dengan greyhound (ada wifi segala tuh), waktu yang diperlukan sekitar 12 jam, memang sih ada opsi transit di canberra segala.... Sementara kalau naik kereta, biayanya lebih mahal  lagi dengan waktu yang kurang lebih sama dengan bis.

Dengan budget airline, biayanya kurang lebih sama dengen ngebis tapi jarak waktu tempuh "cuma 2 jam-an"

Ada 3 terminal di Sydney airport, T1 Terminal 1 untuk International flight, T2 Terminal 2 untuk domestik flight dan terakhir T3 terminal 3 khusus untuk penerbangan domestik menggunakan Qantas.

Since we arrive to terminal internasional, maka kita perlu  ke terminal domestic untuk naik tiger air dengan flight pukul 15.05 arrive at 16.40, kami menggunakan moda transfer berupa bis dan ngongkos pula 5.50$ each, sesuai keterangan  petugas money changer kami mesti naik bis warna orange dari depan terminal, opsi lain naik train dengan biaya $5 each.

Sempet bingung waktu mau Check In untuk Tiger Air, di board disebutkan kalau gate-nya D-51, dicari-cari kok gak ketemu…pas nanya…dengan logat English-Aussie yang kentel itu, emak-emak hotline officer yang cukup berumur itu bilang “kurang lebih begini” gate yang tercantum di board itu boarding gate, which is the last door between land to air… jadi bukan gate di Check In, kalau mau check in ya antri aja di gate sesuai dengan airline masing-masing… either Jetstar, Tiger atau rex alias Regional express. 
Abis check in, we found lil heaven, a food court... Hehehe... Ok, mari kita makan tenang... 



Beres having meal, kami jalan lagi menuju boarding gate...

Terminal domestic, BTW, meskipun telihat tua, terlihat klasik, dengan sentuhan cahaya matahari sore, hall-nya terlihat keren di foto, sambil nunggu, nyobain dipijet pake kursi pijat 2$ dalam satu sessi… ngelurusin badan yang udah duduk lama banget.



Arrive to Tullamarine Airport
Ada 2 airport di Melb, satu Tullamarine yang satu Avalon. Jarak Tullamarine ke City adalah 22,2km sementara jarak Avalon ke City adalah 56,4km karenanya kakaknya Dewi menganjurkan untuk menggunakan Tullamarine instead, dan kebetulan Tiger juga ke Tullamarine ya kita pilih itu. 

Tiger mendarat di Terminal 4 Melb yang khusus Tiger dan sedang dipermak abis-abisan, saking abisnya nggak ada keliatan tampang-tampang bahwa itu airport 😄



Udara dingin menusuk waktu kita touch down, dan kita musti jalan kaki sekitar 100 m kearah luar area dimana Sky Bus udah nongkrong dengan manisnya. Sayangnya kami melakukan pemborosan dengan tidak membeli ticket Sky Bus return, padahal lumayan bisa saving sekitar 12$ berdua untuk perjalanan return dibanding dengan beli single trip…. Yo wis lahhh…ndak rezeki


Southern Cross King Train Station
Ini station tempat berhentinya si skybus. Very simple untuk bisa sampai ke penginapan dari station ini, cukup jalan lurus membentuk path L sampai deh, tapi si Papa ngajak jalan, ternyata lumayaan yaaa… narik-narik koper hahaha…. 1-2 kilo meter gitu…. But it’s fun karena gedung-gedung sepanjang kita jalan itu tua, klasik, terawat dan tidak ada kesan spooky…


the minute we arrived to Melbourne, we fell in love. This city is  beautifull, indeed.
[bersambung]
--------------------------------------------------------- 
Now:
1-13 | Jakarta - Singapore - Sydney - Melbourne

Next Posting:
2-13 | Melbourne | Causeway Inn On The Mall & surroundings
3-13 | Melbourne | arrival walk
4-13 | Melbourne | Yara River - CBD Walk - Choco - IKEA 
5-13 | Melbourne | Teselaar Festival - St Kilda’s Beach
6-13 | Melbourne | Queen Victoria Market - DFO Essendon
7-13 | Melbourne | Melbourne University - Journey to Sydney
8-13 | Sydney | Meriton Service Apartment & Surroundings
9-13 | Sydney | Hyde Park - Macquairie’s Points - Wooloomoloo Bay, 
10-13 | Sydney | The Rock - Paddy’s - Darling Habour
11-13 | Sydney | Royal Botanic Garden - Sydney Opera House - Blue Mountain
12-13 | Sydney | Bondi Beach - DFO Drummyone - Imax Theatre
13-13 | Sydney – Singapore – Jakarta


Wednesday, August 14, 2013

Pre and post lebaran activity

Before lebaran dan after lebaran secara the two maids cuti, maka the Hilmi's wara wiri between home-office-mall-home .... 

Alhamdulillah, Abang udah bisa dimintain tolong masang dan angkat jemuran, Sementara Al dimintain beresin selang mesin cuci....


dan Adek udah bisa makan ala kita maksudnya nggak baby food lagi, secara his all time fave-nya nugget :D



Ada yang excited liat photobox-nya PS hahaha....


Dan happy enough untuk pake trolley car di carrefour....
Dan selama di kantor mau becandaan sama teman hampir sebaya.... Sambil bilang... Kaka! Kaka!


Ini beneran kegelian kita liatnya... Lha pake bahasa dewa bisa nyambung gituuu...


Eitsss ada yang happy karena bisa beli sepatu futsal dari hasil kumpulin uang angpaw...



Saturday, August 03, 2013

Bukber reunion and laughter with Sman 2 Cimahi



good friends are hard to find, harder to leave, and impossible to forget


I was once interviewed, what you value in life and what you regret of...
I am not naive when I said, as a child of a soldier, I am always on the move (gak ada tuh istilah gagal move on... Hahaah), ready to be relocated anywhere, befriend and leavefriend, thankfull and appreciate it as the most valuable experience in my life for having more and more friends anywhere, but regret it sometimes cause I missed a chance to spend fun and exciting moments with them....

Thanks to Social Media that bring what far become near (and near become far? Hopefully not) ... And thankfull for my hubby who gives me a chance to vissit my old friends once or two.... Eventough I know that He sometimes wonder how I love to hang out with my high school friends....

Actually the plan was raised last year, when one of my old classmate, a pillot in the airforce and never been assigned in cimahi, but has a house in Cimahi, where his children live all years long, offered his house for halal bi halal, but suddenly his father in law was sick so he had to rush to go out of town.

This year, from a very lite chit chat in BB, come up lah a plan to have breakfasting in his house, doing the unfinished plan, and not only invite our classmate, but also other smanda, who apparently knew him well.



Ketawa ketiwi udah dipastikan jadi salah satu menu bukber, secara mayoritas yang datang satu classmate, ditambah dengan KTF, ditambah dengan teman basket dan mantan esempe tertentu
Gak usah sebut nama smpnya ya udah famous soalnya hihihi...  



Asyik ngobrol sampe nyonya rumahnya ngalah hihihi... Anak-anak pada ngadaptasi sendiri, akhirnya akrab di ujung-ujung acara, secara ada gadget dan wifi, beres dehhh...

Acaranya sukses, makanan enak, obrolan akrab tiada henti, makasih banget buat the host yang ramah dan full service.... It was great !!! 

Dannnn semestakung banget, secara ya senin-nya udah libur lebaran, so kepergian ke bandung dianggap nekat karena pastinya bareng bareng sama para mudikers, ndilalah...kita baru pergi dari Jakarta jam 12, sampe di Bandung jam 2-an...it is a very normal trip, justeru macetnya gara gara kita mau beli kingsley jadi masuk Bandung dulu.... Pulang dari Bandung, perjalanan juga lancar banget alhamdulillah.... Berasa bukan puncak arus balik lah.... Memang justeru arah sebaliknya yang padet panjang terutama di arah pintu keluar cikampek....

Malam mingguan yang great banget.... Knowing that friends are out there....luv u guys muacchhh ...